Arumi Ajak Lestarikan Warisan Wastra Jatim

lintaspolitik

JATIM, LINTASPOLITIK.COM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Timur (Dekranasda Jatim) Arumi Bachsin Emil Dardak mengunjungi dua sentra tenun dan batik di sentra batik wedani giri nata dan gaja mungkur di Kabupaten Gresik, Senin (7/8/2023) lalu.

“Saya bagikan dalam sebuah buku yang diciptakan oleh Dekranasda. Saya ambil salah satu ikon yang belum banyak terkandung di buku-bku yang sudah ada sebelumnya,” kata Arumi dalam keterangan resmi diterima redaksi, Rabu (9/8/2023).Arumi menyampaikan, bahwa kunjungan ke sentra batik dan tenun di kabupaten Gresik ini bertujuan untuk mendokumentasikan wasta Jatim yang memang mempunyai corak dan motif yang menarik dan beraneka ragam.

“Salah satu cara agar eksistensi tenun dan batik ini tetap ada adalah dengan mendokumentasikannya. Saya ingin dokumentasikan supaya track record dan sejarahnya terus nyambung,” ujar Istri Wagub Jatim, Arumi Bachsin.

Arumi menyebut dengan berkunjung langsung ke pengrajin dan rumah produksinya, banyak sekali pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung dari kain batik atau tenun yang ia dapatkan. Tak hanya itu, kita harus mengetahui nilai sejarah, filosofi dari tenun, songket, corak, dan motif dari sebuah kain dapat menjadi nilai tambah tersendiri bagi penggunanya.

“Ketika berkunjung ini menjadi satu pengalaman yang bisa menceritakan banyak sejarah dan nilai di batik kain tenun, batik atau songketnya itu sendiri,” sebut Ketua TP PKK Jatim, Arumi.

Istri wagub jatim menjelaskan didalam buku wastra jatim tidak hanya berisi jenis-jenis wastranya saja tetapi ada juga dijelaskan nilai sejarah atau filosofi dari corak dan motifnya. Sebagaimana diketahui Jatim mempunyai beberapa tlatah budaya yang berbeda seperti mataraman, arek, tapal kuda, madura, dan pendalungan.

“Bukan hanya bagaimana wastaranya tapi juga filosofi dan sejarah dibaliknya sampai tercipta motif-motif batik dan tenun,” jelas Arumi.

Arumi yang juga Ketua TP PKK Jatim ini mengungkapkan bahwa untuk kebutuhan materi dari buku wastra Jatim ini, pihaknya akan mengeksplor beberapa Kabupaten Kota di Jatim. Karena, menurutnya masih banyak daerah di Jatim yang memiliki tenun dan batik dengan kekhasan masing-masing.

"Kita pilih dua sampai tiga kabupaten kota yang betul-betul punya ciri khas yang bisa merepresentasi budaya-budaya tersebut," ungkap Istri Wagub Jatim.

Di akhir kunjungannya di Gresik, Arumi berharap wastra Jatim yang beragam ini dapat terus dilestarikan dan dinikmati masyarakat luas. Sementara adanya buku wastra diharapkan bisa menjadi sarana yang menginformasikan nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di kain tenun dan batik itu sendiri. 

"Tidak hanya memakai tapi tahu nilai budayanya, nilai sejarahnya," pungka Arumi.

Pewarta/Editor : Syaiful