Bursa Karbon Bukan Single Solusi Penurunan Emisi Karbon

lintaspolitik

Bursa Karbon, LINTASPOLITIK.COM - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Joko Tri Haryanto dalam kesempatannya pada sesi ke tiga hari kedua Seminar Nasional Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Dan Peluang Perdagangan Karbon Di Indonesia, di JW Mariott Surabaya, Selasa (1/08/2023) mengatakan bursa karbon di Inodnesia harus dilihat secara keseluruhan jangan hanya sisi finansial saja.

“bursa karbon di Indonesia harus dilihat secara kesluruhan, bukan hanya dri sisi financialnya saja, malainkan hal yang utama yaitu apa benar terjadi penurunan emisi karbon”, kata Joko Tri Haryanto.

Joko Tri Haryanto banyak memberikan arahan terkait bursa karbon atau perdagangan karbon. Joko Tri Haryanto mewanti-wanti jangan sampai bursa karbon ini nilainya menjadi rendah yang dimnfaatkan industry dengan leluasa melakukan pencemaran emisi karbon.

“Bursa karbon bukan single solusi”, tegas Dirut BPDLH Joko Tri Haryanto di hari kedua Seminar Nasional Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dan Peluang Perdagangan Karbon di Indonesia

Dalam kesempatannya Dirut BPDLH Joko Tri Haryanto juga memeparkan Peraturan Presiden No 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional

Berdasar Perpres 98 tahun 2021 Dirut BPDLH  menjelaskan pelaku ekonomi karbon ada empat yaitu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Pemerintah daerah, Korporasi dan Masyarakat”

“ tata kelolanya harus terintegrasi”, tegas Dirut BPDLH Joko Tri Haryanto.