Aniaya Wartawan Tempo 2 Oknum Polisi Disidang, Kontras: dua terdakwanya kok tidak ditahan

lintaspolitik

SURABAYA, LINTASPOLITIK - Sekitar puluhan Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Surabaya. Rabu, (22/9/20121) terlihat menghadiri sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap 2 oknum polisi, Bripka Purwanto dan Brigpol Muhammad Firman Subakhi.

Menurut sumber dilapangan, pembacaan dakwaan terkait penganiayaan terhadap wartawan tempo, Nurhadi ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko asal Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Menurut Koordiv Advokasi Kontras Fatkhul Khoir, selaku Penasehat Hukum (PH) daripada Nurhadi. Bahwa sidang dakwaan tersebut dianggap berjalan wajar-wajar saja. Hanya saja ia menyayangkan kenapa pihak kejaksaan tidak menahan kedua terdakwa.

"Ini yang sempat kita tanyakan alasan mengenai tidak ditahanya, ya saya kira soal penahanan memang kewenangan subyektif penyidik, namun seharusnya dalam kasus ini penyidik lebih jelih, pertama terdakwa ini masih berstatus polisi aktif," ujar Fatkhul.

Fatkhul juga berharap, agar pihak jaksa dan hakim lebih serius untuk menggungkap fakta-fakta peristiwa secara detail dan transparan dan menghukum terdakwa berdasarkan ketentuan undang undang yang berlaku.

Terkait ini pula, Fatkhul menilai adanya kemerosotan Demokrasi di negeri ini, khususnya bagi dunia jurnalistik. Ia juga berpendapat bahwa kebebasan PERS mengalami kemunduran.

"Ya dalam kasus ini kemunduran bagi kebebasan pers," lanjut Fatkhul.

Dari pengamatan Fatkhul, saat membaca di salah satu media bahwa sempat terjadi perdebatan antara Bankum terdakwa dengan pihak jaksa.

"Kalau saya baca berita, jaksa sempat protes kepada majelis hakim terkait Bankum yang mendampingi terdakwa," kata Fatkhul.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Eben ketua AJI menyatakan, agar peradilan hari ini benar-benar menjaga marwanya bahwa keadilan harus dijalankan secara profesional, bersih dan berpihak pada korban.

"Kami menekankan agar aparat melakukan penyidikan, peradilan yang bersih dan berpihak kepada korban. Kedua, agar majelis hakim memerintahkan jaksa agar dua pelaku ditahan. Ketiga, kami juga berharap kepada pihak kepolisian agar menangkap pelaku lainnya yang belum tertangkap," lanjut Eben. peq