Sikap Prabowo Pembelajaran Buruk untuk Rakyat

lintaspolitik.com

Cawapres KH Ma'ruf Amin bersama Jubir TKN Tb Ace Hasan Syadzily di sela-sela silaturahmi ulama se-Bandung Raya, di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu 20 Januari 2019.

LINTASPOLITIK.com  - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengulangi sikapnya seperti dalam Pilpres 2014. Saat itu, Prabowo tidak menerima hasil perhitungan KPU yang memenangkan Jokowi-JK.Hal yang sama juga dilakukan dalam Pilpres 2019 dengan menolak hasil rekapitulasi suara yang nanti akan diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019.

"Ini merupakan pembelajaran yang buruk dalam kehidupan demokrasi kita. Dalam demokrasi itu, ada prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun bahwa kita harus siap menang dan juga harus siap kalah. Itu prinsip dasar dalam kontestasi berdemokrasi,"‎ kata Ketua DPP PG bidang Media dan Penggalangan Opini Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Rabu (15/5‎/2019).

Ace Hasan Syadzily meminta Prabowo‎ harus menghormati pilihan rakyat. Prabowo Subianto bersama pasangannya Sandiaga Uno harus malu kepada rakyat. Pasalnya, dalam sebuah survei dinyatakan bahwa 92,5% rakyat Indonesia menerima siapapun yang terpilih Presidennya.

"Rakyat sendiri memiliki kesadaran yang tinggi atas prinsip berdemokrasi. Justru Prabowo-Sandi dan elit-elit tertentu yang tidak siap berdemokrasi. Ini tidak mencerminkan sikap kenegarawan,"‎ tutut Ace Hasan Syadzily yang juga ‎Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kyai Ma’ruf‎. 

sumber : beritasatu.com