Indobarometer: Jokowi Bisa Kalah jika 40% Pendukungnya Golput

lintaspolitik.com

LINTASPOLITIK.com - Indobarometer merilis hasil survei terbaru Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Survei yang dilakukan periode 15-21 Maret 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari sisi elektabilitas.

Peneliti Indobarometer, Hadi Suprapto Rusli, menjelaskan, dalam data hasil survei nasional, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul 50,8 persen dan Prabowo Sandiaga 32 persen, dan angka yang tidak menandai apapun di kertas suara sebesar 17,2 persen.

Jika diproyeksikan hasil survei Maret 2019 yang tidak menandai surat suara dibagi proporsional, atau yang biasa disebut angka ekstrapolasi, maka pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan proyeksi 61,35 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 38,65 persen.

Jika mengacu pada hasil survei tersebut, maka bisa dikatakan Jokowi besar kemungkinannya menjadi pemenang di Pilpres 2019. Namun demikian, ada satu hal penting yang bisa membatalkan kemenangan tersebut, yakni besar kecilnya angka Golput masyarakat pendukung Jokowi.

"Golput dapat membatalkan kemenangan paslon 01 jika 40 persen pendukung Jokowi-Amin tidak datang ke TPS. Sebaliknya,
seluruh pendukung 02 Prabowo-Sandi datang," kata Hadi di Hotel Century Park, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

Dalam hasil survei terbaru Indobarometer juga diketahui Capres Jokowi memiliki elektabilitas 52,1 persen, sedangkan Prabowo sebesar 31,8 persen dan yang tidak menandai kertas suara sebesar 16,1 persen.

Sedangkan elektabilitas Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin memiliki elektabilitas 46,3 persen, Sandiaga 33,8 persen dan yang belum menandai sebesar 19,8 persen.

Dikatakan Hadi, kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf juga bisa dilihat di 5 variabel. Pertama, mayoritas publik masih besar harapannya kepada Jokowi. Kedua penilaian personal Jokowi lebih baik dibandingkan Prabowo, ketiga, yaitu tiga kartu Jokowi sangat disukai masyarakat

"Selanjutnya yang keempat, mayoritas pemilih menganggap Jokowi lebih mewakili aspirasi umat Islam dibanding Prabowo, termasuk dikalangan santri dan keungulan Jokowi merata di semua segmen penting pemilih seperti jenis kelamin, desa kota, pulau, agama, usia, pendidikan dan lain sebagainya," ujarnya.

Hasil survei Indobarometer kali ini dilakukan di 34 provinsi dengan responden sebanyak 1.200 orang dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Survei dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka dengan responden secara langsung, dengan sampel yang digunakan sama dengan sampel dari BPS.

sumber : beritasatu.com