Bila Terpilih, Haris Munandar Fokus Pada Pemuda dan Pemberdayaan Ekonomi

lintaspolitik.com

Haris Munandar, SIP, Ketua DPD PSI Kabupaten Bireuen [Foto/Ist]

Bireuen, LINTASPOLITIK.COM - Haris Munandar, SIP, pria kelahiran Cot Baroh, 24 September 1993, beralamat di Desa Pulo Awe, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen resmi terjun ke dunia politik usai mengenyam pendidikan Srata Satu (S-1) di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh pada Program Studi Ilmu Politik. Tidak tanggung-tanggung, Haris Munandar mejabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bireuen periode 2017-2022.

Haris Munandar juga maju sebagai Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyak Kabupaten Bireuen Daerah Pemilihan III yang meliputi Kuta Blang, Gandapuran, dan Makmur. Salah satu tujuan Haris Munandar terjun ke dunia politik adalah untuk Bireuen yang lebih baik.

“Bireuen perlu lebih diperbaiki dan dikelola dengan baik. Karena sejatinya, kabupaten ini memiliki banyak kisah yang belum banyak generasi milenian ketahui dari segala aspek, baik tatanan sosial, politik dan sejarah dari masa sebelum dan sesudah kemerdekaan. Bireuen punya modal dan model perjuangan,” kata Haris Munandar.

Haris melihat, Bireuen menyimpan banyak potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain,  namun luput dari perhatian pemerintah daerah. Haris juga melihat, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bireuen masih sangat tertinggal jauh, sehingga perlu ditingkatkan karena biaya pendapatan Kabupaten Bireuen tidak hanya dari APBD tetapi juga dari dana Otsus. Ini yang harus dikawal bersama, sebab kemismikan dan lapangan pekerjaan masih rentan.

“Selain itu infrastruktur menuju tempat-tempat objek wisata, karena banyak potensi wisata di Bireuen yang pantas untuk di kunjungi.Kita juga berharap agar pemerintah memperhatikan dari semua sektor untuk generasi penerus,” jelas Haris.

Haris Munandar juga menyoroti persoalan muda-mudi yang cenderung menyia-nyiakan waktu, menurut dia, generasi muda harus lebih berkembang, jangan menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat dan yang paling penting untuk saat ini, pemuda Bireuen jangan terjebak pada isu yang bisa memecahkan persatuan. Ia berharap, bila dirinya terpilih sebagai anggota DPRK Bireuen Periode 2019-2024, ia akan fokus membina generasi muda Bireuen agar fokus pada pendidikan yang di miliki masing masing dan ilmu agama Islam yang lebih mendalam.

“Kemudian Persoalan Kesejahteraan Sosial Masyarakatnya bukan sekedar memberikan bantuan sosial berupa uang, tetapi bagaimana pemerintah menciptakan lapangan kerja, bantuan sosial langsung itu harus dihentikan, bila kita ingin maju dan sejahtera,” pesan Haris. 

Haris melihat, budaya bantuan langsung itu hanya menjadikan masyarakat rentan malas bekerja, sehingga masyarakat rentan hanya berpaku tangan menunggu batuan. Padahal, bila program pemberdayaan dirancang dengan sempurna, niscaya kemiskinan akan berkurang dengan sendirinya.

“Kita harus melihat potensi daerah kita, jika potensi pertanian, jangan mengembangkan industri, perencanaan pembangunan daerah harus sesuai dengan potensi daerah, bila konsep ini dikembangkan, Insya Allah daerah akan makmur dan sejahtera,” sebut Haris Munandar.