Potensi Isu dan Segmen Pemilih Jelang Pilpres 2019

lintaspolitik.com

Empat bulan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019, persaingan dua pasangan kandidat makin sengit. Sigi sejumlah lembaga survei menemukan elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin masih di atas duet Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, meski selisihnya cenderung semakin rapat. Sejumlah isu berperan merekatkan jarak tersebut, dan menggerus atau menambah jumlah elektabilitas masing-masing pasangan dalam empat bulan mendatang.

Berdasarkan hasil survei terbaru dari LSI Denny JA pada periode 10-19 November 2018, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,2%. Sementara kompetitornya memperoleh elektabilitas 31,2%. Sisanya, 22% responden belum menentukan suara atau tidak memberikan jawaban.

Tak jauh berbeda, hasil Media Survei Nasional (Median) yang dilakukan pada 4-16 November 2018. Elektabilitas calon presiden petahana masih teratas yaitu sebanyak 47,7%. Sedangkan elektabilitas pasangan Prabowo -Sandi mencapai 35,5% suara.

Selisih di antara kedua kandidat itu tidak lagi terpaut jauh, yaitu sekitar 12%. Bahkan, jika mempertimbangkan margin kesalahan survei tersebut sebesar pulus-minus 3%, maka bisa jadi selisihnya cuma 6%. Alhasil, dalam empat bulan tersisa sebelum hari coblosan, sangat terbuka berbagai kemungkinan: calon nomor 01 kembali menjauh, selisih makin rapat, atau calon nomor 02 makin melaju dan menyalip kandidat 01.